Berenang Saat Sungai Barito Surut, Bocah 8 Tahun Tenggelam di Kawasan Pasar Pendopo Muara Teweh

baritorayapost.com, MUARA TEWEH, BARITO UTARA – Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan hilang tenggelam setelah terseret arus di aliran Sungai Barito, tepatnya di seputaran pantai bawah Pasar Pendopo, Jalan Panglima Batur, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, pada Selasa (1/9/2026) sekira pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui bernama M. Abizar Azka, seorang pelajar kelas III SD Muhammadiyah Muara Teweh yang merupakan warga Jalan Bangau Gang Perintis, Kelurahan Melayu. Hingga rilis ini dikeluarkan, tim gabungan masih terus melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Kronologi Kejadian
Peristiwa memilukan ini bermula sekira pukul 09.30 WIB ketika korban bersama tiga orang temannya pergi berenang dan mandi di aliran Sungai Barito yang berada di bawah Pasar Pendopo. Di lokasi tersebut, seorang pedagang setempat bernama Abdi (40) bersama warga lainnya sempat melihat aktivitas anak-anak ini. Warga pun langsung menegur dan melarang mereka untuk mandi di sungai demi keselamatan mereka, namun teguran tersebut tidak dihiraukan.

Nahas, pada pukul 10.00 WIB, korban bersama salah satu temannya tiba-tiba terseret oleh derasnya arus Sungai Barito. Saksi Abdi yang melihat kejadian tersebut langsung beraksi cepat dan berhasil menyelamatkan teman korban. Namun, tubuh M. Abizar Azka dengan cepat terbawa arus hingga tenggelam dan hilang dari pandangan.

Kondisi Sungai dan Upaya Pencarian
Penurunan debit air Sungai Barito akibat musim kemarau saat ini memunculkan dataran pasir atau pantai sungai temporary. Kawasan ini sering kali disalahgunakan oleh anak-anak sebagai tempat bermain dan berenang. Padahal, di balik surutnya air, terdapat palung-palung dalam serta pusaran air tidak terlihat yang sangat membahayakan keselamatan. Peristiwa ini murni merupakan musibah akibat kelalaian dan kurangnya pengawasan ketat dari orang tua terhadap aktivitas anak di luar rumah.

Saat ini, operasi pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat masih terus diupayakan secara intensif oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari:

  1. BPBD Kabupaten Barito Utara
  2. Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara
  3. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Barito Utara
  4. Masyarakat dan relawan sekitar lokasi kejadian

Pemerintah daerah mengimbau seluruh orang tua di kawasan pesisir sungai untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka dan melarang keras aktivitas berenang di Sungai Barito tanpa alat pengaman, terutama selama musim kemarau ini.(Tim BRP)

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait