Operasi Terpadu BNNP Kalteng di Kampung Ponton Berhasil Tekan Peredaran Gelap Narkoba  5 Orang Diamankan 

Baritorayapost.com, Palangka Raya – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Kepolisian Daerah (Polda) Kalteng, Polresta Palangka Raya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) melaksanakan operasi terpadu di kawasan rawan peredaran narkoba, tepatnya di Kampung Ponton, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan diawali dengan apel bersama di kawasan Pelabuhan Rambang, Palangka Raya, dan diikuti dengan razia gabungan, pemeriksaan urine, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat. Plt Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid, menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku peredaran narkoba akan dilakukan secara menyeluruh, melibatkan aparat penegak hukum dan masyarakat adat Dayak.

Bacaan Lainnya

“Lima orang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut karena dinyatakan positif mengonsumsi narkotika, yaitu YA (18), AI (22), IH (20), dan FO (22),” kata Ruslan. Operasi ini merupakan langkah awal komitmen bersama antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam mewujudkan Kalimantan Tengah Bersih dari Narkoba.

Ruslan menambahkan bahwa penerapan sanksi adat juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penindakan. “Penegakan hukum akan kita padukan dengan hukum adat Dayak. Sanksi adat tertinggi bagi pelaku yang terlibat dalam peredaran narkotika adalah pengusiran dari tanah adat,” tegasnya.

Ketua GDAN Kalteng Sadagori Henricho Binti menyampaikan bahwa pihaknya bersama BNNP Kalteng akan terus memperluas intervensi ke berbagai daerah yang dinilai rawan peredaran narkoba. “Kami mendukung penuh program BNN untuk menjangkau daerah-daerah rawan narkoba seperti Kampung Ponton,” ungkapnya.

Operasi ini juga melibatkan tes urine terhadap sejumlah warga. Hasilnya, beberapa orang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut karena dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.

Ruslan juga menekankan bahwa peran masyarakat akan lebih dioptimalkan dalam upaya pemberantasan narkoba. “Kami berharap masyarakat adat Dayak menjadi garda terdepan dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkoba,” tambahnya.

Dengan operasi ini, BNNP Kalteng dan Polda Kalteng berharap dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan narkoba dan menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba.

Operasi ini merupakan bagian dari strategi BNNP Kalteng dalam mewujudkan Kalimantan Tengah  Bersinar (Bersih dari Narkoba).

“Header

Pos terkait