Bupati HST Buka Sosialisasi Pembinaan Pelayanan Kesehatan Desa dan Pencegahan Stunting

Bangun Generasi Sehat dan Berkualitas, Bupati HST Resmikan Sosialisasi Kesehatan dan Pencegahan Stunting

Baritorayapost.com,,BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal membuka Sosialisasi Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K) dan Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil Bermasalah Gizi yang digelar di Aula Kecamatan Batu Benawa, Rabu (3/6/2026).

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Kegiatan tersebut diikuti unsur kecamatan, Dinas Kesehatan Kabupaten HST, kepala puskesmas, kepala UPKD/K, kader kesehatan, para pembakal, Ketua TP PKK desa, kepala sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat serta berbagai unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati HST menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat serta pencegahan stunting di daerah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki komitmen kuat untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer dengan mendekatkan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Tujuan utamanya adalah agar masyarakat dapat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang sesuai standar dan berkualitas,” ujar Samsul Rizal.

Bupati menjelaskan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan di tingkat desa masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang belum sepenuhnya terpenuhi, perlunya standardisasi pengelolaan UPKD/K hingga penyusunan profil kesehatan desa yang masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong berbagai langkah pembinaan melalui penguatan tata kelola layanan kesehatan, legalitas kader kesehatan, integrasi pelayanan kesehatan primer serta pembinaan secara berkelanjutan.

Selain itu, Samsul Rizal juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian bersama.

Berdasarkan data kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun 2026, dari 4.834 ibu hamil terdapat 506 orang atau 10,47 persen mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), sedangkan 423 ibu hamil atau 8,75 persen mengalami anemia.

Kondisi tersebut berdampak pada angka kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang mencapai 115 bayi atau 7,29 persen dari total 1.579 kelahiran.

Sementara itu, dari 13.624 balita di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebanyak 1.810 anak atau 13,29 persen masih berstatus stunting.

“Data ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa penanganan stunting harus dimulai dari akarnya, yakni memastikan ibu hamil sehat, tercukupi gizinya dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” katanya.

Bupati HST menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting memerlukan dukungan seluruh pihak, tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah desa, lembaga pendidikan, keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap terbangun kesamaan persepsi, meningkatnya pengetahuan serta komitmen lintas sektor dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan generasi yang sehat, cerdas serta berkualitas.

Di akhir sambutannya, Bupati HST secara resmi membuka Sosialisasi Pembinaan Pelayanan Kesehatan di UPKD/K dan Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil Bermasalah Gizi di Kecamatan Batu Benawa.(mask95).

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait