Jangan Jual Nama Dayak Untuk Mengambil Apa Yang Bukan Hakmu

baritorayapost.com, PALANGKA RAYA – Menyikapi narasi-narasi di media sosial yang sedikit-sedikit membawa nama Dayak, namun diduga keras untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu , menjadi keprihatinan tersendiri bagi beberapa tokoh Dayak, yang mengkhwatirkan hal itu akan merusak nama baik orang Dayak secara keseluruhan, apalagi apa yang mereka lakukan (Oknum ormas dan oknum Orang Dayak) bertentangan dengan aturan hukum, yakni mengambil sesuatu yang bukan haknya secara hukum.

Sebagai wujud cinta Dayak dan dan tidak mau nama Dayak dicemarkan, beberapa Ormas Dayak, seperti Pasukan Borneo Bersatu Banama, Pasukan Lawung Bahandang, Perkumpulan Anak Dayak Bersatu dan Alinasi Dayak Bersatu, bersepakat untuk melawan Ormas-Ormas Dayak Manapun dan oknum Warga Dayak, yang membawa nama Dayak, untuk mengambil apa yang bukan haknya secara hukum.

Bacaan Lainnya

Budi, H.D, Katua Pasukan Borneo Bersatu Banama, dengan tegas menentang tindakan tindakan Ormas maupun Oknum Orang Dayak manapun yang membawa nama Dayak demi kepentingan pribadi, karena itu merendahkan dan merugikan harkat dan martabat orang Dayak, katanya kepada awak media ini pada, Kamis (10/11/2022).

Karena orang Dayak selalu membela yang benar sesuai aturan Adat dan Negara , bukan menggunakan nama Dayak untuk mengambil apa yang bukan haknya secara hukum, dan apabila ada ormas Dayak maupun oknum orang Dayak yang memaksakan kehendaknya tidak sesuai aturan hukum , maka selaku ketua Pasukan Boreno Bersatu Banama, Budi dengan tegas siap pasang badan untuk membela kepentingan siapapun yang mereka zalimi.

“ Kita sangat menyesali tindakan Oknum Orang Dayak yang mencemarkan nama orang Dayak demi keuntungan pribadi dan menjual nama Dayak untuk meraih apa yang bukan haknya secara hukum “ tegas Budi

Ketegasan serupa dinyatakan oleh Redi A. Timbang, selaku Pembina Pasukan Lawung Bahendang, yang menentang keras sikap Ormas dan Oknum Orang Dayak yang menjual nama Dayak untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, karena menurut Timbang itu sangat merugikan nama baik suku Dayak. Karena itu Redi menyatakan siap pasang badan melawan orang seperti itu.

Redi menegaskan, pihaknya juga bersepakat mendukung sinergi antara Polri dan TNI untuk mengamankan para investor dalam negeri maupun investor penanaman modal asing agar bisa bekerja dengan aman dan nyaman tanpa gangguan oknum ormas maupun oknum orang Dayak yang bisa merusak nama baik suku Dayak.

“ Pihaknya bersepakat mendukung sinergi antara Polri dan TNI mengamankan para investor dalam negeri maupun Penanaman modal asing agar bisa bekerja dengan aman dan nyaman” tegas Redi. (BRP).


Pos terkait