Lebih lanjut dikatakan Ari, harapannya ke depan program seperti ini yang melibatkan pemberdayaan masyarakat di sekitar tambang bisa kita tingkatkan. Saya kira apa yang sudah dilakukan Petrosea ini akan kita dorong kepada kontraktor-kontraktor kami yang lain agar melakukan hal yang sama sehingga harapannya masyarakat sekitar bersama-sama, bahu membahu bekerjasama.
Pada kesempatan itu, Ari juga berpesan agar para peserta yang sudah mendapatkan pelatihan dan lulus dapat dipergunakan dengan baik dan teladan dalam bekerja.
“Kita berpesan agar ilmu yang sudah didapat ini betul-betul dimanfaatkan, ini sebuah kesempatan yang sangat baik karena Petrosea juga sebuah perusahaan yang punya nama besar di industri pertambangan Indonesia,” pesan Ari.
Ia juga meminta agar siswa-siswa dari sekitar desa area operasi bisa berkontribusi dengan baik dan kami beserta kontraktor mengikuti yang menjadi Peraturan Pemerintah Daerah untuk melibatkan putra daerah sebagai tenaga kerja lokal minimal 70%.
Pelepasan acara FOTP (Program Rekrutmen Pelatihan Lokal Desa – CSR) yang turut dihadiri anggota DPRD, Disnaker, Kepala Desa, Peserta FOTP, Pihak PT MUTU, dan pihak PT Petrosea. (BRP)










