Baritorayapost com, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat transformasi layanan publik berbasis digital guna memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satu terobosan terbaru diwujudkan melalui peluncuran aplikasi E-PAHARI, yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor secara daring.
Aplikasi tersebut resmi diluncurkan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Kick Off Mini Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (9/3/2026).
Pada kesempatan yang sama, juga diperkenalkan layanan Electronic Data Capture (EDC) dari Bank Kalteng sebagai bagian dari penguatan sistem pembayaran digital di daerah. Kehadiran dua inovasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mempercepat digitalisasi transaksi keuangan di Kalimantan Tengah.
Melalui aplikasi E-PAHARI, masyarakat kini dapat melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) maupun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) secara digital tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat. Layanan ini diharapkan mampu mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih cepat, praktis, dan transparan.
Dalam sambutannya, Edy Pratowo menegaskan bahwa digitalisasi layanan pemerintah merupakan langkah penting untuk menghadirkan pelayanan yang semakin modern dan efisien.
“Melalui aplikasi E-PAHARI ini masyarakat tidak perlu lagi mengantre di kantor Samsat. Semua bisa dilakukan secara digital, sehingga lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan inovasi tersebut, di antaranya Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, PT Jasa Raharja, Samsat, serta Bank Kalteng yang bersama-sama memperkuat ekosistem layanan digital di daerah.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempermudah akses terhadap layanan pemerintah.
“Kehadiran teknologi digital harus membawa kemudahan dan menyederhanakan layanan, bukan justru membuat masyarakat kesulitan atau bingung,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wagub menilai kemudahan layanan digital seperti E-PAHARI juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan tepat waktu. Dengan meningkatnya kepatuhan wajib pajak, penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor diharapkan dapat terus bertambah.
Program ini juga menjadi bagian dari percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Kalimantan Tengah, yang saat ini telah memasuki tahap digital dalam pengelolaan transaksi keuangan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Wagub turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengedukasi masyarakat agar semakin terbiasa memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak, produktif, dan aman. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai potensi kejahatan digital seiring meningkatnya penggunaan teknologi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa Bank Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran di daerah.
Menurutnya, peluncuran aplikasi E-PAHARI merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang mengintegrasikan layanan Samsat, Badan Pendapatan Daerah, dan PT Jasa Raharja. Kemudahan pembayaran PKB dan BBNKB melalui kanal digital ini akan sangat berdampak pada optimalisasi penerimaan daerah,” ungkapnya.
Dengan hadirnya aplikasi E-PAHARI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban pajak sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik.





