Potensi Lahan Cetak Sawah di Desa Harara Capai 101,43 Hektare, DPKP Bartim Bersama LPPM UPR Lakukan SID

Riza juga mengingatkan agar lahan yang direncanakan untuk pertanian pangan tidak dialihfungsikan menjadi tanaman perkebunan. Ia mendorong generasi muda agar tidak ragu menekuni sektor pertanian karena kemajuan teknologi kini mempermudah seluruh proses budidaya, mulai dari pembukaan lahan hingga panen.

“Teknologi sekarang sudah sangat berkembang, sehingga generasi muda bisa memanfaatkannya dalam pertanian. Apalagi Desa Harara tidak jauh dari kota kabupaten, jadi pengangkutan hasil pertanian tidak sulit,” katanya.

Bacaan Lainnya
Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Sementara itu, Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana DPKP Barito Timur, Inapriani, menjelaskan bahwa kegiatan SID merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan proyek fisik cetak sawah. Tujuannya memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemerintah desa mengenai rencana pelaksanaan program cetak sawah baru.

“Kegiatan SID mencakup survei lapangan untuk meninjau kondisi topografi, jenis tanah, sumber air dan potensi lahan, serta investigasi teknis seperti pengukuran kemiringan lahan, kualitas tanah, dan ketersediaan air irigasi,” jelas Inapriani saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, lahan yang disurvei harus clean and clear, artinya tidak berada di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) atau Izin Usaha Pertambangan (IUP). Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui APBD 2025 telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tersebut.

“Jika dokumen perencanaannya sudah rampung, kami akan menyampaikan ke provinsi untuk diteruskan ke Kementerian Pertanian bahwa SID Barito Timur siap untuk cetak sawah seluas 400 hektare,” ujarnya.

jasa pembuatan website kalteng

Pos terkait